Kurniawan Dwi S - DuniaBerita
Kamis, 30/01/2014 01:23 WIB
Jakarta - Tim seleksi Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) masih terus menyeleksi nama atlet, pelatih, manajer, serta ofisial dari 17 cabang olahraga yang diusulkan kepada Dewan Satlak Prima. Dari 1.112 nama yang diseleksi, baru 633 nama yang sudah pasti.
Demikian hal itu disampaikan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Satlak Prima, Johansyah, ketika ditemui di kantor KONI Pusat, Jakarta, Rabu (29/1/2014). Seperti diketahui, 1 Februari nanti menjadi jadwal dimulainya pemusatan latihan untuk para atlet yang dipersiapkan untuk enam multi event.
Maka tim seleksi pun harus bekerja ekstra keras agar tidak melewati batas waktu tersebut. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memfokuskan pada dua multievent terlebih dahulu.
"Kita fokuskan ke dua event (Asian Games dan SEA Games) dulu, karena untuk beberapa multievent lainnya seperti Asian Beach Games (ABG) dan Prima Pratama untuk data keseluruhannya belum semua cabor masuk, jadi fokus kita untuk dua event itu dulu," kata Johansyah di Jakarta.
Dijelaskan Johansyah, ada tiga kriteria yang ditetapkan tim seleksi yang berkaitan dengan penajaman atlet. Antara lain, medali emas SEA Games 2013 Myanmar, minimal medali perunggu Asian Games 2010 Guangzhou, China, dan peringkat ketiga dalam ajang tunggal level Asia pada tahun 2013. Di samping Satlak Prima juga menerapkan kriteria khusus lain. Misalnya, sebut dia, cabang terukur.
"Jadi kalau misalnya, atletnya punya selisih waktu hanya 6% dari juara di ajang tunggal atau 4% pada SEA Games 2013 Myanmar lalu, masih akan kita usulkan kepada Dewan Pelaksana Prima Itu akan masuk ke pelatnas Asian Games. Pasti akan kita usulkan kepada Dewan Pelaksana Prima," terangnya.
Nantinya, hasil dari tim seleksi tersebut akan kembali disetorkan kepada Dewan Satlak Prima. "Jadi nanti yang lolos dari tim seleksi ini bukan berarti yang otomatis berangkat ke Asian Games 2014, atau SEA Games 2015. Tapi Dewan Satlak Prima punya kewenangan untuk menambah atau mencoret usulan tersebut. Hingga akhirnya Surat Keputusan (SK) pelatnas dibuat," tutupnya.
Demikian hal itu disampaikan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Satlak Prima, Johansyah, ketika ditemui di kantor KONI Pusat, Jakarta, Rabu (29/1/2014). Seperti diketahui, 1 Februari nanti menjadi jadwal dimulainya pemusatan latihan untuk para atlet yang dipersiapkan untuk enam multi event.
Maka tim seleksi pun harus bekerja ekstra keras agar tidak melewati batas waktu tersebut. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memfokuskan pada dua multievent terlebih dahulu.
"Kita fokuskan ke dua event (Asian Games dan SEA Games) dulu, karena untuk beberapa multievent lainnya seperti Asian Beach Games (ABG) dan Prima Pratama untuk data keseluruhannya belum semua cabor masuk, jadi fokus kita untuk dua event itu dulu," kata Johansyah di Jakarta.
Dijelaskan Johansyah, ada tiga kriteria yang ditetapkan tim seleksi yang berkaitan dengan penajaman atlet. Antara lain, medali emas SEA Games 2013 Myanmar, minimal medali perunggu Asian Games 2010 Guangzhou, China, dan peringkat ketiga dalam ajang tunggal level Asia pada tahun 2013. Di samping Satlak Prima juga menerapkan kriteria khusus lain. Misalnya, sebut dia, cabang terukur.
"Jadi kalau misalnya, atletnya punya selisih waktu hanya 6% dari juara di ajang tunggal atau 4% pada SEA Games 2013 Myanmar lalu, masih akan kita usulkan kepada Dewan Pelaksana Prima Itu akan masuk ke pelatnas Asian Games. Pasti akan kita usulkan kepada Dewan Pelaksana Prima," terangnya.
Nantinya, hasil dari tim seleksi tersebut akan kembali disetorkan kepada Dewan Satlak Prima. "Jadi nanti yang lolos dari tim seleksi ini bukan berarti yang otomatis berangkat ke Asian Games 2014, atau SEA Games 2015. Tapi Dewan Satlak Prima punya kewenangan untuk menambah atau mencoret usulan tersebut. Hingga akhirnya Surat Keputusan (SK) pelatnas dibuat," tutupnya.
0 komentar:
Posting Komentar