Rabu, 05/02/2014 11:50 WIB
Sabet Yamaha Rider Award, Sigit PD Bicara Soal Target dan Fisik yang Masih Kedodoran
Kurniawan Dwi S - DuniaBerita
 |
Kuala Lumpur - Menjadi wakil pembalap Yamaha Indonesia dalam penghargaan Yamaha Rider Award merupakan catatan bagi sosok Sigit Purno Harjono. Pembalap bertubuh kurus ini namanya mencuat setelah menyabet dua gelar di Kejuaraan Nasional Indoprix musim 2013.
Ditanya target ke depan, pemuda kelahiran Yogyakarta, 22 Maret 1988 ini mengaku senang kalau menjajal level 600 cc. Tapi, menuju target ini cukup berat karena Sigit mesti kerja keras meraihnya. Bagaimana ungkapan Sigit? Berikut petikan wawancara Sigit saat ditemui detiksport di Hotel Sama Sama, Kualalumpur, Selasa (4/2/2014) malam:
Tanya: Bagaimana perasaannya dapat penghargaan Yamaha Rider Award?
Jawab: Ya pasti bangga, juga senang bisa wakil Indonesia jadi pemenang. Dulu 'kan enggak ada kayak begini. Semoga tahun ini bisa mempertahankan kayak kemarin. Kalau enggak, ya lebih dari kemarin. Saya sih inginnya lompat ke 600 cc. Kalau bisa lompat kenapa tidak 'kan? Lihat nanti juga semoga lancar ada jalan. Lima seri tahun ini nanti dijalani dulu.
Kamu pakai motor Yamaha Jupiter Z1, apa ini jadi keunggulan?
Kalau itu 'kan katanya jadi motor injection pertama yang juara Indoprix. Ini juga motor jenis baru ya buat Indoprix. Ya cuma itu tadi saya memang terbantu. Ini motor enggak ribet dan kalau ngutak-ngatik apa yang gak sesuai sama kita, ya 'kan itu bisa. Buat balapan juga enak kalau didukung kayak begini. Power tunelmotor ini enak juga. Kalau motor nyaman saya pakai, balapan juga fokus, enak.
Ada berapa catatan rekor cepat yang kamu raih sepanjang Kejurnas tahun lalu? Lebih dari lima kali. Yang paling diingea ya di seri Kenjeran itu. Baru pakai motor baru, eh malah hoki.
Pengalaman pahit kamu yang alami dan jadikan spirit?
Pernah tangan patah, terus sakit perut pas mau seri-seri awal Indoprix. Ya tetap semangat aja kalau kita mau. Lihat prosesnya. 'Kan itu akhirnya bisa. Lagian tahun 2011 juara tiga, 2012 jadi nomor dua. Terus tahun kemarin menang. Itu 'kan bertahap. Ada kenaikan ya.
Kekurangan di musim lalu yang perlu kamu benahi apa setelah dievaluasi?
Fisik kali ya. Masih sering lemas ini kalau buat balapan. Kadang kedororan. Balapan 'kan capek perlu fisik kuat dan stabil. Apalagi ya kalau mau naik 600 c yang motornya gede gitu. Makanya ada latihan mobil sama motor off road juga. Sekali-kali memang perlu kayak gini. Kerja keras lah. Badan juga kuat.
Kamu kelihatannya ngebet untuk naik level, sudah berapa keluarin duit buat beli fasilitas penunjang?
Sampai sekarang sih ya lumayan, udah Rp 90 – 100 juta.
Yakin kalau pindah ke level 600 cc menjamin kami bakal lebih baik berprestasi?
Ya bagaimana ya. Tidak jamin juga. Semua 'kan yang ngatur Yang di Atas. Kalau ada niatan yang lebih baik ya tidak masalah.
|
0 komentar:
Posting Komentar